Lompat ke isi

Soedirman

Lonto Wikilumadu
Sudirman

Soedirman yito tala ngota lo perwira opanggati molanggato to Indonesia, taa lowali panglima tentara bungaliyo.

  • Belajar menahan penderitaan berguna bagi hidup di kemudian hari. Suatu kelak, boleh jadi kita akan mengalami yang lebih hebat dari ini.
  • Kalau saja zaman damai, saya menurut saja perintah dokter. Tapi, kalau dalam masa perang seperti sekarang ini, harap dimaafkan saya menyalahi nasihat dokter. Sebab, saya harus mengikuti siasat perang.
    • Wanu to jamani maradeka, waatiya modudu'a wolo 'u parentha liyo li dokuteri. Bo wanu to masa popaateya delo masaatiya, bolomaapu, waatiya mohiyangiya wolo nasehati li dokuteri. Sababu, waatiya musi modudu'a siasati lo popaateya
  • Jagalah persatuan di dalam tentara, sehingga tentara kita dapat menjadi utuh, satu dan merupakan benteng yang kokoh kuat dalam menghadapi siapa pun.
    • Dahayi buuhuta to kumbaniya, alihu kumbaniyando  tatapu wulu-wulu, tuwewu wawu mowali bentengi u moloheto wawu mototoheto to'u mo taaluwa lo taa toonulaalo.
      • Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 29
  • Tentara hanya mempunyai kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya. Sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini, lagipula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh. Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga.
    • Kumbaniya bo tuwawu ‘uwaajibu oliyo, de’uyito-yito mopo’otoheta kawasa lo lipu wawu modaha salaamati lo lipu. Maa cuukupu ode oliyo wanu ma mambo modihi ‘u waajibu boyito, tiidiye loma’o kumbaniya musi moloheto to’u disiplin. Kumbaniya diila mowali pohutu liyo alat lo tangohimbungu, meyalo lo ta’u ngota.
      • Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 29.
  • Pelihara TNI, pelihara Angkatan Perang kita, jangan sampai TNI dikoeasai partai politik manapoen joega ingatlah, bahwa pradjoerit kita boekan pradjoerit sewaan, bukan pradjoerit jang moedah dibelokan haloeannya, kita masoek dalam tentara karena keinsjafan djiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara..."
    • Palihalawa TNI, palihalawa Angkatan perang olando, elehiya TNI ‘okawasa liyo lo bolotonulalo partai politik, eelaayi ma’o kumbaniyando ja ta hee seewalo, diila olo ta gambangi pobaleyalohilawo, ito lo maso lowali kumbaniya wolo keinsyafan lo hilawo wawu siapu berkorban ode bangsa wawu negara...”
      • Sumber: Wulan, Ambar (2016) Senakatha Edisi 42 Edisi Khusus 100 Tahun Soedirman Bapak TNI. Jakarta: PUSAT SEJARAH TNI. Hlm 29